ILG World – Pada suatu waktu dalam sebuah kajian mustholah hadist saya sempat bertanya kepada guru saya apa sih hubungan Silaturahmi dengan panjang umur dan banyak rejeki, dan orang yang memutuskan hubungan silaturahmi/persaudaran akan dilaknat, didalam Alqur’an dan Hadist banyak diterangkan bahwa Silaturahmi dapat memanjangkan umur dan menambah rejeki, seperti dalam surat dibawah ini
“Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) namaNya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peiliharalah) hubungan silaturahim, Sesunguhnya Allah menjaga dan mengawasi kamu”. QS An Nissa’ 4:1).
“Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan mebuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan ? mereka itulah orang-orang yag dilaknati Allah dan ditulikanya telinga mereka, dan dibutakanya penglihatan mereka.” (QS Muhammad 47:22-23).
Sabda Rosulullah.
“Barang siapa yang senang untuk dilapangkan rejekinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), maka hendaklah ia menyambung (tali) silaturahim.”
Guru saya menerangkan dengan cukup lugas, tapi tidak membuat saya puas sehingga pertanyaan itu mengendap di hati dalam waktu yang cukup lama, dan sampai pada ahirnya saya menemukan jawabanya di salah satu buku yang ditulis oleh Malcolm Gladwell yang berjudul “Outliers” (Kajian Rahasia dibalik sukses).
Sebelum saya menceritakan pencerahan tentang silaturahmi di dalam buku “Outliers”, sedikit saya ingin berbagi info tentang Ouliers ini.
Dalam kamus wikipedia outliers digambarkan dan didefinisikan seperti dibawah ini:
This article is about the statistical term. For the geographical term, see Exclave or Polynesian outliers and for the geological term, see Inliers and outliers (geology). For outlier detection in data mining, see anomaly detection.
Box plot of data from the Michelson-Morley Experiment displaying outliers in the middle column.In statistics, an outlier is an observation that is numerically distant from the rest of the data. Grubbs defined an outlier as:
An outlying observation, or outlier, is one that appears to deviate markedly from other members of the sample in which it occurs
Simpelnya adalah bahwa adalah Outliers adalah “sekumpulan data yang menyimpang jauh dari sekumpulan data yang seharusnya.
Kalau kita masukan dalam logika sederhana, bahwa kalau anda ingin sehat maka lakukanlah kegiatan-kegiatan yang sehat (olahraga) atau makanlah makanan-makanan yang sehat juga, tapi jangan salah, bahwa ada orang-orang di luar sana yang tidak melakukan pakem/kegiatan yang sama tapi mereka tetap sehat bahkan lebih sehat, dan mereka adalah “Outliers” =sekumpulan data yang menyimpang jauh dari data yang seharusnya.
Malcolm Gladwell ketika memulai menulis buku dia bertemu dengan salah satu temanya yang berprofesi sebagai dokter dan bertugas di Kota Roseto dekat Pennsylvania United stated yang penduduknya adalah hampir 100% imigran asal italy, dan temanya ini bercerita kepada Malcolm bahwa dia hampir tidak pernah menemukan penduduk Roseto yang meninggal pada usia muda, dan berpenyakit jantung koroner, dan kasus ini menjadi hal yang menarik untuk diteliti, mereka dan ditambah beberapa mahasiswa kedokteran, sosiologi kemudian melakukan penelitian dengan mengumpulkan sample-sampel darah, catatan kematian dan mempelajari pola makan dan minum mereka.
Dan hasil penelitian mereka benar-benar menakjubkan, di Roseto, praktis tidak ada orang di bawah usia lima puluh lima tahun yang meninggal karena serangan jantung atau menunjukan tanda-tanda penyakit jantung, penyakit luka lambung, tidak ada kasus bunuh diri, tidak ada penyalah gunaan alcohol, kecanduan obat terlarang dan sangat sedikit kejahatan, hampir tidak seorangpun yang hidup di garis kemiskinan.
Tim peneliti menduga bahwa penduduk Roseto menjalankan pola makan sehat yang membuat mereka lebih sehat dari kebanyakan orang Amerika lainya. Tapi kemudian disadari bahwa asumsi itu keliru. Warga roseto memasak makananya dengan lemak babi dan bukan dengan minyak zaitun seperti yang digunakan waktu mereka masih di italy, mereka membuat pizza dalam lempengan tebal ditambah sosis, daging pepperoni, salami, ham, dan telur, tidak lupa juga biscotti dan tarreli adalah kudapan manis mereka setiap hari, dan semua makanan yang mereka konsumsi adalah sarat dengan lemak, gula dan karbohidrat yang tinggi. Lari pagi atau jogging pun bukan kebiasaan mereka, kalaupun ada satu atau dua orang yang melakukan pasti tidak terlalu konsisten. Maka tidak heran kalau kebanyakan warga Roseto Pennsylvania selalu berkutat dengan masalah obesitas dan sulit sekali meninggalkan kebiasaan merokok berat mereka.
Kalau pola makan dan olahraga tidak menjelaskan temuan mereka, bagaimana dengan genetika ?, ternyata itupun tidak bisa membuktikan bahwa mereka keturunan dari gen yang sehat karena setelah diteliti warga Roseto yang berada di Italy mempunyai catatan kesehatan yang buruk.
Dan hal yang mulai disadari oleh tim peneliti adalah bukan pada pola makan, olahraga, gen, letak geography. Rahasianya adalah saat mereka jalan-jalan di kota tersebut merekapun menemukan jawabanya, tim peneliti melihat bagaimana warga Roseto saling berkunjung satu sama lainya, berhenti untuk mengobrol sejenak, berbagi makanan satu sama lainya, dan itu adalah kebiasaan yang meraka lakukan sepanjang masa.
Subhanallah, kembali Allah memperlihatkan firmanya adalah sebuah kebenaran semata, memperlihatkan kepada kita begitu dasyatnya efek Silaturahmi.
Panjang umur warga Roseto adalah sebuah qiyas yang mengandung premis tentang Silaturahmi, dan Mark Zuckerberg (pendiri Facebook) adalah satu contoh orang yang dilapangkan rejekinya karena mengenalkan pada dunia tentang Silaturahmi Virtual.
Ketika saya membawakan tema ini dalam kultum Romadlon di sebuah masjid, ada sebuah pertanyaan lugu dari jamaah, mengapa Ibu-ibu sebuah gang di komplek sering sekali melakukan silaturahmi, mereka saling ngobrol satu sama lainya, tetapi mereka malah semakin tidak sehat dan stress, lalu saya katakan kepada mereka bahwa “apa yang ibu-ibu lakukan itu bukan SILATURAHMI tapi SILATUGOSIP (duduk sila untuk bergosip)
Semoga Allah menjadikan kita orang-orang yang selalu bersilaturahmi dan berbagi sesama, Perkuat silaturahmi dan kebersamaan.










